Selasa, 20 November 2012

Pet

Sepasang parkit yang menemani aktifitas pagiku dengan cericitnya yang menghadirkan suasana damai dipagi hari. Anak-anak selalu riang saat melihatnya. Berawal ketika setiap pagi Syayma dan Syarifah selalu menyisakan sarapan paginya, berpikir alangkah mubadzirnya makanan ini terbuang percuma sementara mungkin ditempat lain banyak orang yang harus bersusahpayah mengais sampah untuk mendapat sesuap nasi, maka terpikir oleh saya untuk memelihara agar sisa makanan tersebut ada yang memanfaatkanya.

Maka saya minta tolong pak Rahmad -penjaga kantor yang sera bisa- untuk membuatkan kandang ayam, akan tetapi ketika kandang ayam sudah jadi suami berpikir lain, karena akan kerepotan untuk membersihkan kotoran ayam setiap hari, terpikirlah untuk memelihara burung. Sejak saat itu setiap kali Syafik melihat burung heboh untuk minta ditangkap, akhirnya pergilah saya ke penjual burung untuk membeli sepasang parkit. Awalnya sih nggak tahu amat tentang memelihara parki, hasil gugling dapat juga tips merawat burung parkit. Tidak terlalu susah ternyata, parkit kami hanya diberi pakan milet dan jagung muda, alhamdulillah cericitnya bisa menghibur hati.

 Ikan koi ini di pelihara di kolam daur ulang, daur ulang dari taman menjadi kolam, cukup untuk menghibur dek Syafiq yang suka gemes kalau diajak berkunjung kerumah tetangga yang punya akuarium. Saking gemesnya akuariumnya sampai dipukul-pukul. Awalnya berniat beli akuarium, tapi mikir-mikir hobi dek Syafiq yang suka main bola tak terkendali jadi harus mengurungkan niat, terpikirlah bekas taman di garasi yang nganggur untuk disulap jadi kolam mainan. Yang ini juga dikerjain sama penjaga kantor serba bisa, pak Rahmad, terima kasih pak Rahmad..