Senin, 05 Oktober 2015

Demam...

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh...

Alhamdulillah setelah lama nggak buka-buka blog, disempat-sempatkan, kangen juga corat-coret di sini. Sekarang saya sudah pindah di kota Bengkulu. Tidak terasa ternyata hampir satu tahun di kota Bengkulu, banyak kesibukan baru, banyak yang perlu disesuaikan. Mulai dari lingkungan rumah, sekolah anak-anak, lingkungan kantor, lingkungan aktivitas yang semuanya perlu penyesuaian.

Di kota Bengkulu, cuaca berbeda jauh dengan ketika masih di Curup. Disini matahari bersinar sepanjang hari, setelah hampir setahun, ketemu hujan jika dikumpulkan  belum cukup sebulan. Berbeda jauh dengan di Curup dulu, seminggu tidak hujan rasa sudah kemarau panjang.

Awal di Bengkulu anak-anak kesenengan, karena cuaca panas artinya bebas 'ngeskrim' sesuka hati, begitu juga dengan bapaknya anak-anak. "Wah di bengkulu kalian jadi sehat ya, minum es krim sering-sering masih kuat". karena kalau di Curup, sekali minum Es krim pileknya bisa sebulan, ganti gantian aja biasanya yang langsung berefek Syarifah, sembuh syarifah pindah ke Syaymaa, sembuh Syaymaa pindah ke Syafiq, Syafiq belum sembuh Syaymaa dan Syarifah ngulang lagi. Kebayang kan kalo punya anak umurnya selisih 2 tahunan, jadi bolak-balik ke dokter . :-) alhasil minum eskrim jadi kesenangan yang sangat dibatasi.

Baru dua bulan bersenang-senang dengan bebas ngeskrim, akhirnya tumbang juga. Awalnya Syayma batuk-batuk dua hari berikutnya Syarifah menyusul minggu berikutnya Syafik menyusul, berganti-gantian lah kedokter sampai-sampai kepikiran juga berobat ke curup karena batuknya hampir 2 bulan tidak kunjung sembuh juga padahal masing-masing sudah hampir 2 kali kedokter. Sampai akhirnya si Abi bilang "kita obati pake herbal ajalah, ngeri abi lihat anak-anak minum obat gak putus-putus. padahal sudah pake herbal juga, yang biasa kami pakai, tapi entah kenapa tidak mempan juga. 

Sampai akhirnya kami ngobrol dengan mbak Erni, biasanya beliau pakai herbal HPAI. Penasaran, cari-cari informasi, karena produk HPAI kan pakai sistem MLM. Bukannya anti MLM, tapi saya menghindari produk obat dan kosmetik dengan sistem MLM, karena pengalaman di Curup dulu, produk MLM sering mutus suplay nya sehingga jadi kerepotan saat dibutuhkan produknya menghilang, padahal sudah cocok jadi harus cari produk sejenis. Ini bukan promosi lho ya... cuma berbagi pengalaman aja. Setelah cari-cari info, kebetulan teman aktivitas abi ternyata distributor HPAI juga, kami memutuskan gabung dengan HPAI dan mulai mempelajari produk-produknya dan cara penggunaannya.

Alhamdulillah... Akhirnya anak-anak sehat setelah lebih dari 2 bulan tiap malam terdengan suara kodok bersahutan dari kamar anak-anak. Tidah berhenti disini, saya pun jadi tertarik untuk belajar banyak mengenai penyakit dan cara penanganannya. Sebelumnya selalu mengandalkan dokter dan obat-obatan kimia, sampai-sampai kami simpat stok obat-obatan dirumah dan sayapun hafal nama-namanya, mulai dari Sanmol, Ambroxol, cefadroxil, salbutanmol, cetirizin, tremenza, tripanzim, cloramphenicol, dan yang sejenisnya selalu tersedia di kotak obat.

Sekarang perlahan-lahan saya belajar supaya tidak kagetan kalo anak demam, biasanya langsung tembak paracetamol.

Seperti 2 malam terakhir, Syafiq demam batuk-batuk. Teringat penyebabnya sangat sepele beberapa hari lalu syafiq ambil bola diatas lemari dengan komoceng, jadilah debu bertebaran diatas kepalanya. Memang syafiq punya riwayat alergi debu, yang tidak bisa di toleransi lagi kena debu sedikit aja langsung demam, nafasnya bunyi dan sengal-sengal, biasanya dikasih salbutamol dan cetirizin untuk mengencerkan dahaknya dan anti alergi, sama sanmol nah kalo sudah lebih dari 4 hari nggak sembuh-sembuh juga biasanya dikasih cefadroxil sama dokternya. Abi sempat nggak sabaran " sudahlah mi, kasih salmol aja ntar takut melonjak demamnya." 

Saya masih bertahan dengan resep sapujagat yang dikirim umi sabil, sambil dioleskan minyak andalan. Sambil menata hati dan mengingat ilmu tentang demam.

Saya awam tentang kesehatan, tapi tidak ada terlambat untuk belajar. Kurang lebih gini. Demam itu bukan penyakit, tapi reaksi tubuh untuk melawan penyakit. Otak yang memerintahkan pusat pengendali suhu tubuh untuk menaikkan suhu tubuh. Secara alami ketika suhu tubuh meningkat, kuman penyakit yang menyerang tubuh akan melemah bahkan mati. Dan ketika kuman penyakit mati maka suhu tubuh akan kembali normal. Yang kita perlukan ketika anak demam adalah meningkatkan kekebalan tubuhnya dan mengkondisikan suasana menjadi nyaman. Meningkatkan kekebalan tubuhnya bisa dengan memberinya suplemen, kalau saya pilih madu, sari kurma, buah-buahan dan sayur-sayuran. Nah di HPAI ada produk yang mewakilinya saya pakai madu, sarikurma, extrafood, n green, pegagan dan andrographis, saya racik agar mudah di berikan ke anak. Sebab anak-anakku paling enggan makan sayuran.;-)  Nah untuk mengkondisikan tubuhnya agar nyaman, biasanya dipilih pakaian yang berbahan tipis dupaya tidak membuat tubuh menjadi tambah panas, trus oleskan minyak-minyakan. Kalau dulu saya pilih minyak kayu putih, atau balsam, tapi sekarang pakai produk minyak serba guna minyak but-but tidak lupa dipanas kan terus oleskan ke seluruh tubuh.

Alhamdulillah,  pagi ini Syafiq bangun tidur sudah ceria langsung jagain dek Salman... Umi dan Abinya sibuk beberes mau ngantor lagi.

Bukan promosi lho ya, tapi bagi yang mau berbagi  ilmu boleh juga....
Tutup dulu catatan lanjut yang lain dulu ya...