Kamis, 11 Agustus 2016

Silaturahim 2016 di mata ku...


Bagi mas Syafiq, mengobati kerinduan. Pada ibu ke 2 setelah umi. "Aku kangen wawak... ya mi.. ya mi.. ketemu wawak ya.. nanti kalo ketemu wawak aku nak makan dirumah wawak, disuap wawak" kerinduan yang sama kami rasakan pada pengasuh mas syafiq, salah satu pengasuh dari sekian yang pernah bekerja pada kami. Ketulusannya mengasuh, sangat kami rasakan sejak syafiq berumur 40 hari sampai kurang lebih 2,5 tahun, dengan segala keterbatasannya hampir tak pernah mengeluh, datang selalu tepat waktu dan pulang tanpa protes saat saya harus pulang terlambat. Saat saya harus mengikuti diklat selama 40 hari, menjaga syafiq dengan penuh kasih sayang. Saat kami harus LDRan, menjaga kami, "saya kasihan sama ibuk, anak kecik2 ndak ado lakinyo". Sulit dicari gantinya. Bukan hanya Syafiq yang kangen wawak, umi-abi pun kangen wawak... semoga sehat terus ya wak...
Bagi syaymaa, mengobati kerinduan. Pada karibnya, yang akhir2 ini sering chatingan via massenger fb umi. Atau telponan ke hp umi. Kangen syaymaa.. "umi, jangan lupa kita harus mampir ke rumah rere Riyanti Dwifaaurelya" Dan terang aja janji tak boleh diingkari, meski menjelang adzan maghrib kami sempatkan singgah ke rumahnya. Senang sekali kedua orang tuanya menyambut kami layaknya sahabat lama tak jumpa. Padahal inilah kali pertama abi berkunjung.
Bagi syarifah, mengobati kerinduan. Pada sahabat sejak kecilnya. Yang setiap bangun tidur mengetuk2 pagar kami. "Syaymaaa..aa..aa, Syarifaaa..aa..aa..., teng... teng.. teng..." sampai pagar kami buka baru berhenti. Setiap pulang sekolah pun begitu, turun dari motor langsung lari ke pagar kami "Syaymaaa..aa..aa, Syarifaaa..aa..aa..., teng... teng.. teng..." bukan kejadian sesekali. Tapi hampir setiap hari.. waduh kami pun rindu mbak Kinanti Sabrina... teruslah tumbuh menjadi anak sholehah dan cerdas ya sayang...
Bagi si bungsu (insyaallah...), adalah test drive. Perjalanan terjauhnya sejak terlahir di bumi ini. Awalnya sempat was2, mengingat kemanjaannya selama ini. (Kerasa kali jadi bungsu) makan susah, lengket terus, susah adaptasi dengan suasana baru. Tapi kali ini benar2 tak disangka, pagi hari bangunnya kesiangan, sangat tak biasa karena biasanya jam 4 subuh sudah ngoceh. Sebangun tidurpun langsung duduk manis, "mamam" sambil merebut nasi goreng sarapan mbak syayma hampir habis satu porsi. Pun ketika berkunjung dari rumah kerumah, singgah di masjid, maupun keceriaan tetap menghias wajahnya. Lega... walaupun sempat mabuk perjalan sebentar.
Bagi umi dan abinya, silaturahim ini tetap memberi berjuta hikmah. Memanjangkan umur, mendekatkan jodoh (iya kan jodohnya ngikut terus hehe... aamiin), dan melapangkan rizki (kami pulang dengan sekarung oleh2). Meskipun masih banyak sekali yang belum sempat kami sambangi. Hmmmm membangkitkan kenangan dikota berjuta cerita kami mengawali kebersamaan....


Koleksi foto disini

Pijat Neurosains...

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti acara parenting di sekolah anak ke-3. Materinya bagus banget mengenai pengoptimalan kecerdasan anak melalui kematangan syaraf.
Saya pengin banget berbagi, sebagai sesama "emak karbitan". Yang begitu punya anak, modal tanya sana-sini dengan mbah google trus praktekin ke anak. Kadang terjebak dengan katanya eh katanya.
Nah parenting kali ini cukup membuat saya mikir-mikir sekaligus introspeksi diri. Ternyata yang selama ini saya banggakan salah. Ternyata yang selama ini saya kerjakan tanpa tahu asal usulnya, begini hasilnya.
Salah satunya pijat bayi, si abi suka ngeledekin "saatnya mbah dukun beraksi.. qiqiqi.." Saat anak-anak minta di pijit.
Pijat bayi yang selama ini saya praktekin sendiri, baru sekarang saya temukan jawaban nya. Oh... ini to filosofinya.
Anak 1-3 saya mengalami skip tahap pertumbuhannya. Ada tahap pertumbuhan yang terlewati, dulunya saya merasa bangga karena anak 1-3 dari duduk langsung bisa lari, tanpa proses merangkak, yang bagi sebagian emak tahap ini membuat rempong emaknya, karena tiba-tiba saja si bayi sudah menghilang dari hadapan. Ternyata dari ilmu neurosains (yang baru saya dapat ilmunya). hilangnya salah satu tahapan penrtumbuhan dan perkembangan anak berpengaruh besar pada kematangan syarafnya yang akan mempengaruhi kecerdasannya.
Nah pertumbuhan yang skip pada anak 1-3 saya ini akan berpengaruh pada konsentrasi dan kemampuan menulis, anak mudah lelah dsb. Tapi masalah ini teratasi dengan stimulasi pijat bayi ini. Dan alhamdulillah, karena saya rajin melakukan pijat bayi ini, skip perkembangan ke 3 anak saya tidak berpengaruh dengan kemampuan belajar dan kematangan syarafnya.
Untuk anak ke 4 saya, semakin mantap aja praktekin pijat bayinya. Untuk lebih berkhasiat saya pake MHS dari hpai, tambah mantap deh...
Nah untuk emak2 rempong yang sedang punya bayi bisa praktekin stimulasi pijat bayi ini..
Sumber gambar: panduan praktis switsal baby spa, dengan tim ahli dr. anne gracia (praktisi neurosains)
Gambar lengkapnya disini ya...

Salman Muqthi Azman

Salman Mufti Azman, lahir di Bengkulu tanggal 27 Oktober 2014. Salman  diambil dari nama salah satu sahabat Rasululloh yang memiliki kisah perjalanan spiritual yang menakjubkan, terlibat dalam berbagai kancah jihad salah satunya perang khandak. Mufti adalah harapan kami agar kelak menjadi orang menjadi panutan dalam hal beragama, agama yang lurus. Azman adalah harapan kami agar kelak menjadi manusia yang berkemauan kuat pada kebenaran di masa akhir zaman..
Ya Allah semoga kelak Salman Mufti Azman
mampu mewujudkan harapan kami, menjadi penerus kami yang lebih baik dari kami.