Sambungan dari halaman ini
Tak juga ada perubahan berarti setelah berobat selama 2 bulan. Tergiur dengan broadcast teman digrup, tentang obat yang di tawarkannya. "Bi, umi coba ini ya.. sudah terlalu lama umi minum obat2 kimia" Bujukku panjang lebar menjelaskan ke suami setelah terlebih dahulu mencari informasi kesana kemari khasiat obat itu. Sebut saja BK. -Karena saya nggak jualan, nggak perlu sebut lengkap ya..-
Tak juga ada perubahan berarti setelah berobat selama 2 bulan. Tergiur dengan broadcast teman digrup, tentang obat yang di tawarkannya. "Bi, umi coba ini ya.. sudah terlalu lama umi minum obat2 kimia" Bujukku panjang lebar menjelaskan ke suami setelah terlebih dahulu mencari informasi kesana kemari khasiat obat itu. Sebut saja BK. -Karena saya nggak jualan, nggak perlu sebut lengkap ya..-
"Kalo umi yakin obat itu baik.. tidak membahayakan.. abi setuju aja" Begitu katanya. "Tapi bi, harganya mihil amit. Rp 840.000,- sebotol untuk 1 minggu, dikonsumsi selama 3 bulan. Gimana?" Begitu bujuk saya. "Kemaren, ke dokter juga sekali berobat hampir 1 juta, kalo emang itu menyembuhkan. Nggak apa2, yang penting umi sehat. Kita coba aja." Mendapat SIM dari suami, saya semakin bersemangat.
Akhirnya, saya banting setir. Memutuskan tidak lanjut ke dokter, dan melanjut ke BK. Selama kurang lebih 3 bulan. Sensasi masih datang silih berganti. Seminggu sesak nafas batuk, sembuh sendiri. Seminggu masuk angin, sembuh. Dan sensasi2 lain datang silih berganti. Tapi secara keseluruhan merasakan perbaikan.
Badan sudah tidak terlalu oleng, pusing sudah semakin ringan, mata sudah terasa lebih terang, meski kadang masih berkabut kalo kecapekan. Badan sudah bisa dibawa bekerja, membereskan urusan rumah. Walaupun baru sekedar memasak dan menyapu. Kekantor juga sudah bisa berjalan lebih bertenaga. Capaian yang lumayan. Kalo boleh di bilang, ibarat batre di charge dari kondisi 30%, meningkat menjadi 80%. Capaian yang luar biasa bagi saya saat ini.
Tepat 3 bulan konsumsi BK sekitar akhir November 2017, saya ngobrol lagi dengan suami. "Bi, kan umi sudah 3 bulan minum BK, secara ekonomis.. Hehehe.. kurang ekonomis. Kondisi terus terang sudah jauh lebih baik dari waktu sakit dulu. Tapi masih muncul dikit-dikit. Gimana ya?" Ungkap saya ke suami. " Coba umi cari2 alternatif dari produk hpai, yang setara dengan BK kira2 apa obatnya." Saya pun mencari informasi, produk yang setara. Tapi tak mendapat jawaban memuaskan. Sampai akhirnya, saya coba cari produk dari Malaysia.
Saya ikuti kuliah2 herbanya, cari tahu produk2nya. Dan saya cari konsultan herbalisnya. Alhamdulillah mendapat jawaban.
Bersambung...
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe4
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe4