Selasa, 06 Februari 2018

Petualangan Didunia Berjuta Sensasi 2

 Sambungan dari sini

Sore harinya, sepulang kerja saya singgah di Klinik MMMM. Dokter pribadi BPJS. Dokter Cantik, "Mmmm, 2 tahun yang lalu terakhir ibu berobat ya? Alhamdulillah berarti sehat ya buk.." Sapanya setelah melihat rekam medis saya. "Dok, saya minta cek darah ya dok. Saya belum pernah mengalami sakit yang begini dok. Ini benar-benar sakit dok" pinta saya setelah bercerita panjang lebar. "Baiklah buk, cek malaria, tipes, gula, kolesterol, asam urat, HB, Lekosit".

Beberapa saat setelah hasil cek lab keluar. "Ibu, hasil cek semuanya bagus bu. Cuma Terdeteksi tipesnya 1/180. Kemungkinan ibu kena tipes. Lambungnya juga bermasalah. Ini saya resepkan obat terbaik ya buk, nanti ditebus di apotik. Insyaallah segera sehat". sambil menyalami saya sebelum meninggalkan ruang periksa.

3 hari saya izin sakit dengan rekomendasi dokter. Hari-hari berikutnya kekantor dengan kondisi sangat lemah. Setiap jam 10 pagi, keringat dingin mulai mengucur, badan gemetaran, mata kabur, tangan dan kaki kesemutan. Terpaksa harus izin meninggalkan kantor karena tak sanggup lagi duduk untuk pulang berbaring. Tapi apa dikata, emak rempong maksud hati pulang istirahat tapi yang didapat justru anak yang merengek minta gendong dan tak mau lepas dari emak. Serba salah memang. Seminggu berlalu dan kondisipun tidak membaik. 
 
Namun saya harus kembali lagi ke dokter yang sama, dengan harapan dokter sudah mengetahui riwayat sakit yang saya alami. "Oh, ya nggak apa-apa buk, kita lanjut aja obatnya, mungkin masih belum tuntas". Dan disodorkan obat yang sama. Satu minggu berlalu lagi, tak juga ada tanda-tanda membaik.. 

Ngobrol dengan teman-teman dikantor. Sejak di vonis tipes, terus terang bikin saya agak parno juga, mengingat tipes kan menular lewat makanan, sampai lewat alat makan. Kekhawatiran terbesar justru takut menular ke anak-anak yang mungkin bakal kurang perhatian karena emaknya sakit. Maka upaya lain pun ditempuh, kami pergi ke tabib Asep yang menurut pengalaman beberapa teman, sembuh dengan obat tipesnya. Suami pun menuruti, karena nggak tahu harus gimana lagi. Di tabib Asep diberi obat herba racikan sendiri untuk obat tipes, untuk dikonsumsi sinergi dengan obat dokter.

Hingga kali ke3 saya kembali ke dokter yang sama. "Dok, bisa saya cek darah lagi dok? Teman-teman saya sakit tipes 3 hari berobat sembuh, kok saya sudah 2 minggu masih juga sama ya dok.." Dokter pun mengiyakan. Dan setelah selesai cek darah, "Ibu, tipesnya sudah membaik, ini tinggal 1/80. Bisa dibilang sudah sembuh. Tapi supaya tuntas saya kasih untuk 3 hari ya, selebihnya obat lambungnya saya sertakan juga"

Hitung-hitung sudah minggu ke 6 sejak terkena serangan, kondisi tidak juga membaik. Hingga bertepatan dengan hari raya 'Idul Adha. Malam harinya serangan masih datang lagi. "Bi, umi opname aja ya.. Umi kok nggak sembuh-sembuh sudah 1,5 bulan kok masih kambuh-kambuhan terus. Biarlah umi opname, 2-3 hari tapi setelahnya bisa sehat. Ya bi.." Bujuk saya ke suami. Karena opname memang jadi pilihan berat bagi kami yang dirantauan, dengan anak-anak yang masih kecil-kecil. Tanpa pembantu yang menginap. Terbayang betapa repotnya.

Bersambung.. di sini

#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe2