Minggu, 16 Desember 2012

Mind Program

Pagi ini rasanya enggan pergi ke sekolah mbak Syaymaa untuk memenuhi undangan parenting class yang di selenggarakan yayasan Al-Amin Curup. Pasalnya semalam lepas maghrib ketika menemani anak-anak main ada sedikit accident, dek Syafiq main lompat-lompaten di kasur, pas badannya dihempaskan ke belakang kuat-kuat, kepalanya terbentur kayu dipan, tak ayal lagi langsung menangis menjerit-jerit dan dalam hitungan detik langsung muncul 'tomat' dikepalanya, ku oleskan minyak andalan keluarga 'herba jawi' alhamdulillah nangisnya reda, sedikit lega, walaupun masih tersisa rasa cemas. Rasa cemas itu bertambah ketika malam semakin larut, sekitar jam 12an, dek syafiq terbangun seperti biasa minta susu. Saat minum susu itulah dek syafik sempat mau muntah tapi nggak jadi trus tidur lagi sampai pagi alhamdulillah tidak ada insiden lagi.
Bismillah akhirnya kubulatkan tekad, tetap pergi, setelah pengasuh dek Syafiq datang, anak2 sengaja ku tinggal dirumah, lha wong niatnya mau belajar kok, kalo bawa anak jadi lain ceritanya.
Sebelum memulai berbagi hasil pelatihan parenting class perkenalkan dulu instrukturnya, nama beliau Meilya Novira beliau tinggal di Padang, mudah2an ilmunya menjadi amal jariyah untuk beliau.. Amiin. Disini saya hanya bermaksud mengulas mudah2an bermanfaat untuk saya pribadi dan yang membacanya.

Allah berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”, Q.S. A-Tahrim/66: 6
Dari ayat ini jelas Allah memerintahkan kepada kita untuk menjaga diri, dan keluarga dari api neraka, jadi perintahnya diri kita dulu dan keluarga kita baru orang lain. Yang sering kita lakukan justru sering terbalik, kita menjaga, menyelamatkan, berbuat baik pada orang lain tapi kadang berlaku sebaliknya pada keluarga kita. Contoh, ketemu teman, tetangga, atasan, kita langsung menyapa mereka dengan ramah, tersenyum, kata-katanya lembut, bahkan mengucapkan ' Assalamu'alaikum....', nah dengan keluarga kita? Dengan suami, dengan anak2? Kadang tidak sebaik perlakuan kita pada 'orang lain'. Iya nggak? jujur aja? saya juga sering begitu kok. Astagfirullah... banyak alasannya sih, kadang karena merasa sibuk, atau pasangan sudah sangat dekat jadi nggak perlu basa-basi lagi,  padahal merekalah yang lebih berhak mendapatkan perlakuan itu semua. Contoh lain lagi, kalau ada anak teman, atau keponakan, atau anak tetangga yang tiba-tiba datang pegang-pegang tangan atau baju kita. apa yang kita katakan? 'apa sayang?',tapi kalau anak kita yang dekat-dekat, apa yang akan kita katakan? 'ngapai dekat2! minta duit lagi? jajan lagi? dll'. kalau anak tetangga memecahkan gelas  kita, apa yang kita katakan? kalau anak kita, apa yang kita katakan? bandingkan! ternyata kita sebagian besar mungkin masih lebih banyak berbuat baik dengan orang lain..

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orang tuanya lah yang menjadikan dia seorang yahudi atau nasrani atau majusi sebagaimana seekor hewan melahirkan seekor hewan yang sempurna. Apakah kau melihatnya buntung?”
Apapun kondisi anak kita hari ini, sesungguhnya semua adalah hasil karya kita. Disadari atau tidak semua adalah hasil coretan tangan kita, kita tidak bisa cuci tangan dengan mengatakan, gara-gara banyak main! gara-gara pengasuh! gara-gara si tukang bikin gara-gara, sebab sesungguhnya kita lah yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. (ini nih yang sering juga dijadikan pembenaran oleh ibu2 bekerja sepertu saya.:-P Tapi tetap semangat kita bisa berubah! Jadi lebih baik insyaallah)

Banyak orang tua mengeluhkan 'kenapa ya anak saya jadi susah diatur? disuruh sholat susah, disuruh belajar susah, suruh bangun pagi susah, eh boro-boro kadang suruh mandi aja susah, maunya main aja, nonton TV aja, main game aja. Jangan cari kambing hitam dulu, kita koreksi diri kita sendiri. Kita sebagai ibu sudahkah melibatkan anak2 dalam urusan kita? Sebagian besar ibu seneng kalo anaknya diam, nggak gangguin kerja makanya supaya diam dikasih mainan. Misal nih ibunya mau masak biasanya biar nggak digangguin, anaknya dikasih mainan, yang paling gampang disetelin TV, dah selesai urusan! Biasanya anak kan diam kalo disetelin film kesukaannya, sang ibu bisa bekerja menyelesaikan kerjaan rumah dengan leluasa alias aman. Saya juga sering begini, tapi mulai hari ini tidak akan lagi deh! Insyaallah. Yang sebaiknya dilakukan adalah melibatkan anak dalam pekerjaan ibu, sehingga anak selalu dekat setiap pertanyaan dijawab dengan baik sehingga anak akan mendapat ilmu dari ibunya karena kan 'Al Ummu madrosah alias ibu adalah tempat sekolah bagi anak-anaknya'.

Selain kebiasaan kita nggak mau digangguin anak pas kerja, kadang juga karena muncul ketakutan nanti anak sakit kalo ikut2an kerja. Misal kalo ikutan nyuci ntar kedinginan. Kalo ikutan masak ntar kena pisau kecipratan minyak, luka. Kalo ikutan nyapu ntar kena debu khawatir pilek. Nah kebiasaan yang seperti ini bisa menciptakan kondisi anak kita menjadi "anak steril", padahal anak yang baik itu "anak imun'.

Mau tahu beda "anak imun" dan "anak steril". Anak imun itu dari segi fisik dia tahan, nggak mudah sakit, kebal, kuat, dari segi mental dia bisa membedakan yang baik dan yang buruk. Contoh dari segi fisik kalo kena hujan, badannya kuat nggak mudah flu, kalo main kotor, badannya kuat nggak mudah sakit perut. contoh kongkritnya anak jalanan, dia kena hujan badai, tinggal di kolong jembatan, makan makanan dari tempat sampah tetep aja bugar kalo sakit paling demam-demam biasa, nah kalo anak kita yang begitu, kira2 kuat nggak ya? Imun dari segi mental itu walaupun anak kita main dengan teman yang beraneka macam karakter dan latar belakang dia punya nilai yang tetap dipegang teguh, misal teman2 ngomong jorok anak kita tetap bisa menyaring nggak terpengaruh, ketika anak kita lagi asyik main pas denger azan nggak lupa sholat, tetep hormat dengan orang tua meskipun teman2nya tidak.

Nah kalo "anak steril" itu anak yang benar2 terjaga, badannya sehat, gemuk, karena makan teratur, istirahat teratur, lingkungan bersih, kerjaannya cuma belajar, nggak pernah nonton TV, nggak pernah main, pokoknya semua terjaga teratur danrapi. Enak bener dilihat bikin orang terkagum-kagum hebat bener Emaknya. Jempol deh. Tapi giliran dilepas, kena hujan langsung flu, main tanah langsung diare, main gunting langsung luka, kena angin masuk angin, main bentar sama temen pulang ngomongnya jorok, nonton TV langsung ilang apalan di sekolah. 

Jadi kira-kira kedepannya bagusan 'anak imun' atau 'anak steril'? Yang anaknya tipe 'anak imun' ngacung! Jempol untuk ibu dan anak. Yang anaknya tipe 'anak steril' ngacung! Yuk kita siap2 perbaiki diri!..

Sebagian besar ibu punya problem dengan anaknya, mulai susah bangun pagi, susah mandi, susah makan sayur, kalo mau sholat harus diingetin melulu, kalo mau belajar dikejar-kejar dulu, anak taku kucing, takut cicak dll. Problem itu sebagian ada pada saya. Coba kita refleksi kebelakang, mungkin anak kita bangun pagi karena dulu sewaktu bayi kalo kita bangun pagi anaknya disuruh  tidur lagi biar nggak mengganngu urusan dapur, biar bisa pergi kantor cepet2. Anak saya takut bener sama kucing sebab kebiasaan pengasuh supaya anak mau makan ditakut2in kucing, "awas! ada kucing ntar kalo nggak makan digigit kucing! awas! jangan keluar! ntar digigit kucing! awas kalo nggak tidur ntar digigit kucing!. Ada anak suka bohong, mungkin kita yang ngajarkan bohong pada anak kita secara tidak sengaja, misal kita suruh mandi nggak mau, trus kita janjikan "ntar habis mandi, kita pergi jalan2 naik mobil", padahal mobil nggak punya anak kita nanya "pake mobil siapa ma?" kita jawab"nanti kita sewa mobil di rental lah" akhirnya anak mau mandi. Eh giliran selesai mandi anak nagih jalan2, kita ngelak. ketahuan deh sama anak bahwa ibunya bohong, jadilah itu pelajaran bohong di ikutin anak2 kita. Itulah memang benar ibu, itu jadi guru sejati bagi anaknya.

Pikiran manusia itu ada 2 macam yaitu pikiran sadar (confusius) dan pikiran bawah sadar (sub confusius). Pikiran sadar itu bentuknya berupa berpikir rasional, analisa, membandingkan dan sifatnya sementara. Sedangkan pikiran bawah sadar itu berupa kebiasaan, emosi, kepribadian, persepsi, ingatan jangka panjang, intuisi, keyakinan, kreatifitas, dan fungsinya otomatis atau reflek. Contoh orang mati syahid itu diujung usianya dia mampu mengucapkan "Laa illaha illallah" kalo dipikir2 alangkah mudahnya kata itu diucapkan, tapi pada kenyataannya orang yang lagi sakaratul maut sulit sekali mengucapkan kalimat tersebut. Kenapa? Karena kata "Laa illaha illallah" itu masih berada di 'pikiran sadar' kita belum menjadi 'pikiran bawah sadar' kita, belum menjadi nafas kita, belum mengalir bersama darah kita. Na'udzubillahi min dzalik. Apalagi orang yang tidak pernah sholat, berkecimpung dengan maksiat, saat sakaratul maut ditalkin malah yang keluar dari mulutnya "ayam, bebek, kucing", pas disuruny nyebut yang keluar kata "nyebuuut...., nyebuuut..." Na'udzubillahi min dzalik. Nah kalo 'pikiran tidak sadar' lain lagi, contohnya pas kita terima telpon, tiba2 ada tamu, tamunya pergi bingung kita nyari HP yang barusan kita pakai, tahu2 ada didekat kompor batre sudah meleleh, mau marah nggak ada orang lha wong emang salah kita sendiri.

Teknik mendidik Rasulullah yang semestinya kita contoh adalah:
1. Ajari, jadi anak kita ajari bukan kita larang. Misalnya anak kita yang ber umur 1,5 tahun melihat gunting tergeletak diatas meja, kemudian muncul rasa penasarannya, akhirnya dimainkannya gunting itu. Yang sebaiknya kita lakukan sebagai ibu adalah mengajarinya, mengajarkan cara memakainya, mengajarkan akibat kalau salah memakainya tentu dengan cara yang mengerti oleh anak kita, dan meminimalisir penggunaan kata "jangan"
2. Permudahlah jangan persulit, permudah urusan anak kita selama permintaannya tidak membahayakan jiwanya. banyak kejadian seorang anak yang kalo ada tamu, dia bertingkah macam2 yang minta jajan lah, atau merengek-rengek, minta gendong, cari perhatian dll. Yang begini perlu introspeksi ibunya, mungkin anaknya sering dipersulit urusannya giliran ada orang baru dipermudah. Ada sebuah kasus, anak yang serung mengotori rumah kalo lagi ada tamu, mengotorinya nggak tanggung-tanggung kadang dengan kencingnya kadang dengan 'pup'nya di oles2 ke tembok, kata ibunya kejadian sepeti itu hanya saat ada tamu. Ketika anaknya dikosultasi, ternyata anak itu  merasa disayang oleh ibunya saat ada tamu, alias ibunya berlaku lemah lembut kalo ada orang lain.
3. Berilah kabar gembira jangan beri ancaman. Contoh yang sering terjadi saat anak mau tidur malam, karena nggak tidur kita takut2i dengan cicak, kucing dsb akibatnya anak menjadi penakut.
4. Apabila diantara kalian marah maka hendaklah diam. Yang ini kadang susah, tahu2 aja darah sudah sampai ubun2, mulut nyerocos terus, akibatnya anak yang dimarah nggak tahu kenapa dia dimarah, "entah tuh, mama marah2 terus". Jadi boros lah mulut kita.

Pikiran bawah sadar ini bisa kita ciptakan dengan memilih waktu yang tepat diantaranya saat bersenang2, saat sakit, saat makan dan saat sebelum tidur.

Perilaku anak kita bisa kita program agar masuk ke pikiran bawah sadarnya dan menjadi kebiasaannya dengan cara:
1. Pengulangan, misal makan, kita ulang pada waktu yang sama setiap jam 6 pagi selalu sarapan, lama kelamaan nggak pakai disuruh lagi setiap jam 6 pagi pasti minta sarapan. Setiap keluar rumah kita suruh pakai jilbab, lama kelamaan keluar nggak perlu kita kejar2 otomatis pakai jilbab.
2. Emosional Attachment, dengan pendekatan emosional. Ini saya lakukan pada anak saya  Syaymaa' umur 6 th setiap sholat harus diingatkan. Akhirnya saya gunakan pendekatan ini, selesai sholat saya ajak bicara pelan-pelan suara dilembutkan, nada direndahkan.
Saya:  "Mbak, mbak Syayma sayang Umi nggak?"
Syaymaa': "Sayang lah mii... Sayang nian.. Syayma sayang umi karena Allah" (ikut2an dialog hafalan shalat delisa)
Saya: "Mbak Syayma mau sama2 umi terus nggak?"
Syaymaa': "Mau umi... kan syayma sayang nian sama umi"
 Saya: "Tapi mbak kita nggak bisa sama2 lagi, umi harus pisah sama mbak Syayma'"
Syaymaa': " Knapa umi? Syayma nggak mau ditinggal sama umi"
Saya:"Iya nak. Kalo mbak syaymaa nggak sholat, kita nggak bisa sama2, nanti umi di syurga mbak syayma nggak bisa masuk syurga, kata Alloh orang yang mau masuk syurga harus sholat. umi sedih deh kalo mbak syayma harus pisah sama umi gara2 mbak syayma kalo sholat harus diingetin mulu"
Syayma sambil nangis2: "Iya umi, mulai hari ini syayma mau rajin sholatnya, syaymaa nggak mau pisah sama umi.. karena Syaymaa sayang umi."
3. Bahasa pikiran bawah sadar, Ini intinya. Bagi ibu yang bekerja tentunya tidak bisa mendampingi putra-putri sepanjang hari ya. Kita bisa mempengaruhi atau mengkondisikan pikiran bawah sadarnya caranya mirip dengan hipnotis, bisa kita lakukan pada saat otak berada di kondisi gelombang alfa, kondisi ini ditemui saat menjelang tidur dan bangun tidur. Metode ini saya terapkan pada anak saya, dek syafiq yang belum mau makan nasi di usia hampir 2 tahun. Alhamdulillah paginya ngejar2 mbaknya yang baru makan, katanya nasi enak.
Bahasa pemrograman bawah sadar dilakukan dengan:
a. Kata "positif" artinya tinggalkan kata "jangan" misalnya anak kita penakut maka gunakan kata pemberani, anak kita malas maka gunakan kata rajin, dll.
b. Gunakan kata "aktif", masih ingat kan? kata aktif? seperti belajar, mandi, makan, kata yang diawali me:
c. Simpel, artinya kita langsung menggunakan kata yang kita mau, jangan berbelit-belit sehingga otak kesulitan memprogramnya.
d. Gunakan kata "sekarang", sebab kalau kita menggunakan kata "besok", maka yang ada di program otak adalah besok, besok,besok... sampai akhirnya tidak pernah dilakukan. PERCUMA
e. "Detil", gunakan kata yang detil, atau langsung ke pokoknya.
f. Diulang-ulang, kalimat yang kita ucapkan sebaiknya diulang-ulang, kalau perlu sampai anak kita mengatakan "iya" atau mengangguk.
Teknik yang saya terapkan pada anak saya, saya memilih waktu sebelum tidur sesaat sebelum benar2 terlelap, kebayang kan? saat mata anak saya sedang 'liyep' atau antara terlelap dengan terjaga, saat matanya mulai memejam  sekali2 terbuka, saya ucapkan sambil setengah berbisik tapi kalimat jelas dan tegas "Dedek Syafiq... Mulai sekarang dedek makan nasi" setelah ada anggukan ulang lagi beberapa kali, sampai dedek  mengangguk atau mengucapkan "ya" baru saya tambahkan "Nasi enak, sehat, kuat. Mulai sekarang dedek makan nasi"  sampai dia mengangguk atau mengucapkan kata "ya" ulangi sampai dia mengucapkan kata ya " Makan nasi, makan nasi" setelah mengiyakan dengan jelas, baru saya biarkan dia tidur. Alhamdulillah paginya makan nasi nggak sulit lagi. tapi ini bisa diulang lagi untuk malam2 berikutnya agar benar2 terprogram.
Saya nggak ngajarin nih ya, cuma mencontohkan, ini bisa juga diterapkan pada orang dewasa, pada pasangan kita misalnya tapi tentunya bukan untuk makan nasi ka? bisa bahaya ntar obesitas.
4. Figur, artinya anak butuh contoh konkret. Jangan hanya disuruh, tapi dicontohkan. Misalnya urusan mandi, sholat, orangtuanya harus mencontohkannya.
5. Mind Therapy, dilakukan sampai kata mau. Contoh anak disuruh mandi susah.
Ibu: ayo mandi nak sudah sore.
Anak: nggak mau.
Ibu: adek mau sehat nggak? kalo sehat kita bisa main.
Anak: mau.
Ibu : adek mau wangi nggak? kalo wangi semua teman sayang sama adek.
Anak: mau.
ibu: kalo gitu adek mandi ya..
Anak: mau.
jadi kondisikan anak dengan jawaban mau, tapi ingat ya nggak boleh berbohong.

Demikian ilmu yang saya dapatkan mudah2an bermanfaat.


Senin, 03 Desember 2012

Gara gara remunerasi

Dikeluarkannya surat no 02120.916 tanggal 26 November 2012 tertanda sestama menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan insan BPS. Surat itu memuat tentang penegasan jam kehadiran 07.30 tanpa toleransi waktu, untuk ibu rumah tangga seperti saya dengan 3 anak balita yang semua masih harus serba dilayani, tanpa bantuan asisten rumah tangga, dan suami sedang tugas belajar diluar kota terus terang dirasa amat sulit. Tapi saya yakin innallaha ma'ana, bismilahitawakaltu 'alallah laa haula walaquwwata illabillah, semua ini saya niatkan untuk melatih diri menjadi agar bisa menjadi ibu rumah tangga yang gesit (amin..)
Setiap pagi saya sudah bangun pukul 04.00 mulai dari sholat, -alhamdulillah sholat malam jadi ga pernah ketinggalan (hikmah pertama)-, menjerang air untuk ngisi tremos untuk susu Syafiq sambil membuat sop sambil mencuci botol dot dikerjakan bersamaan, kadang sambil ngisi bak mandi +mencuci baju, begitu air mendidih langsung untuk merendam botol, tungku yang kosong untuk nggoreng lauk hari ini nggoreng lele kesukaan anak2 sama nggoreng pempek ikan yang sudah dibikin 2 hari yang lalu, begitu sop nya mateng naikkan lagi panci untuk ngrebus sayuran sebab yang ngasuh syafik lebih suka sayur direbus daripada di tumis atau disantan sambil ngeringkan baju dimesin pengering, begitu gorengan selesai tinggal numis sambal, sayuran rebus mateng njerang air lagi untuk mandikan anak2. Jam 5 pagi anak-anak sudah bangun setelah sholat subuh saya biarkan mereka main sepeda sambil makan makan gorengan pempek, sayanya nyuci piring dll sama njemur cucian, sambil nyiapin air mandi untuk mbak Syayma, -alhamdulillah sudah mulai bisa mandi sendiri (hikmah kedua)-, selesai nyuci piring sama njemur pakaian langsung mandikan mbak Syarifah sama adik syafiq sambil mberesin kamar. Ngaak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.00, mbak Syayma sudah nyicil makan sendiri disusul mbak syarifah yang juga mulai makan sendiri -alhamdulillah mulai bisa  makan sendiri (hikmah ketiga)-, sambil menyiapkan keperluan sekolah anak-anak menyiapkan kuda besi. Saya sendiri mandi justru paling akhir, kadang mbak syayma marah-marah "umi ini mestinya bangun tidur langsung mandi aja, biar nggak terlambat masuk sekolah". Alhamdulillah jam 07.00 sudah siap semua, tinggal berangkat, berhubung mbak syarifah baru masa pemulihan setelah sakit 4 hari yang lalu, jadi hari ini belum bisa masuk sekolah.
Tujuan pertama ngantar kesekolah mbak Syayma. Hari ini mbak Syayma ulangan semester I semoga lancar ya nak. Kulihat matanya berbinar, " Hore.. umi, syaymaa nggak ketinggalan sholat dhuha lagi, bisa main dulu sama kawan-kawan." Semangat sekali dia memasuki halaman sekolah. Biasanya sampai sekolah sudah mepet waktunya, jam 07.20 baru sampai, jadi buru-buru mau sholat dhuhanya.
Ya Allah mudahkan mbak Syayma mengerjakan soal-soal ulangan hari ini...,
Hanya Engkau yang bisa menolongnya, 
Karena hamba sadar sepenuhnya belum mampu membimbing secara optimal...
Tujuan berikutnya ke kantor... Ternyata saya orang kedua yang masuk kantor hari ini, sambil tersenyum geli, karena orang yang absen sebelumku mulai meninggalkan kantor. kulihat di absen manualnya pukul 07.07 yang membuatku geli bukan karena terlalu pagi beliau datang ke kantor, tapi karena beliau belum mandi, masih pakai baju tidur. Inikah yang dimaksud dengan PIA? Mungkin beberapa orang berpikiran demikian sesuai dengan ketentuan kehadidan yang ada dalam surat yang saya tulis diawal tadi. Beberapa orang jadi berpikir yang penting absen dibawah pukul 07.30, kalau perlu bangun tidur langsung absen.
Bukan bermaksud mencela, tapi melihat beginilah faktanya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, agar menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terutama untuk diri saya sendiri.

Selasa, 20 November 2012

Tahun Baru Hijriyah

Selamat tahun baru hijriyah 1434 H, Semoga Alloh menjadikan Tahun ini lebih berkah dari tahun sebelumnya..

cooking

Pet

Sepasang parkit yang menemani aktifitas pagiku dengan cericitnya yang menghadirkan suasana damai dipagi hari. Anak-anak selalu riang saat melihatnya. Berawal ketika setiap pagi Syayma dan Syarifah selalu menyisakan sarapan paginya, berpikir alangkah mubadzirnya makanan ini terbuang percuma sementara mungkin ditempat lain banyak orang yang harus bersusahpayah mengais sampah untuk mendapat sesuap nasi, maka terpikir oleh saya untuk memelihara agar sisa makanan tersebut ada yang memanfaatkanya.

Maka saya minta tolong pak Rahmad -penjaga kantor yang sera bisa- untuk membuatkan kandang ayam, akan tetapi ketika kandang ayam sudah jadi suami berpikir lain, karena akan kerepotan untuk membersihkan kotoran ayam setiap hari, terpikirlah untuk memelihara burung. Sejak saat itu setiap kali Syafik melihat burung heboh untuk minta ditangkap, akhirnya pergilah saya ke penjual burung untuk membeli sepasang parkit. Awalnya sih nggak tahu amat tentang memelihara parki, hasil gugling dapat juga tips merawat burung parkit. Tidak terlalu susah ternyata, parkit kami hanya diberi pakan milet dan jagung muda, alhamdulillah cericitnya bisa menghibur hati.

 Ikan koi ini di pelihara di kolam daur ulang, daur ulang dari taman menjadi kolam, cukup untuk menghibur dek Syafiq yang suka gemes kalau diajak berkunjung kerumah tetangga yang punya akuarium. Saking gemesnya akuariumnya sampai dipukul-pukul. Awalnya berniat beli akuarium, tapi mikir-mikir hobi dek Syafiq yang suka main bola tak terkendali jadi harus mengurungkan niat, terpikirlah bekas taman di garasi yang nganggur untuk disulap jadi kolam mainan. Yang ini juga dikerjain sama penjaga kantor serba bisa, pak Rahmad, terima kasih pak Rahmad..

Tabulampot

Membunuh tanpa sengaja

Hari ini kami pergi mengunjungi salah seorang temanku yang sedang mendapat musibah. Suaminya menjadi "korban" dijalan raya, menurut penuturan beliau, ketika sedang melintas disebuah jalan sempit tepatnya daerah seputar Air Sengak, dari jarak 10 m melihat pengendara sepeda motor yang hendak terjatuh, kemudian beliau menyetir mobilnya minggir, menghindari pengendara yang terjatuh tersebut. Tapi Alloh berkehendak lain dengan lajunya pengendara tersebut terseret dan masuk dibawah mobilnya, motor yang dikendarainyapun terus melaju hingga menyenggol bagian depan mobil yang dikendarai suami temanku tersebut. Peristiwa tersebut menyebabkan pengendara motor yang 'nyungsep' dibawah mobilnya dalam keadaan kritis, hingga meninggal keesokan harinya. Sampai tulisan ini di upload belum ada penyelesaian, maka saya ingin sekedar berbagi pandangan menurut Islam menghadapi masalah seperti ini.
1. http://www.konsultasisyariah.com/hukum-membunuh-tidak-sengaja/#axzz2Dh2r9fHp


Pembunuhan yang tidak disengaja (al-qatl al-khatha`)

Ada tiga kategori pembunuhan yang disebutkan dalam Alquran dan hadis, yaitu pembunuhan yang disengaja (‘amd), semi sengaja (syibh ‘amd) dan tidak disengaja (khatha`).  Pembunuhan yang tidak disengaja adalah:  pembunuhan yang tidak dimaksudkan, atau dimaksudkan dengan obyek tertentu, tapi mengenai orang lain (As Siraj al Wahhaj, Hal.87). Dengan demikian, jelas bahwa kecelakaan ini termasuk al-qatl al-khatha`, karena telah terjadi kematian tanpa ada maksud  membunuh dari pengemudi mobil.
Pembunuhan kategori ini memiliki beberapa konsekuensi yaitu:
  1. Tidak Ada Qishash (hukuman berupa tindakan yang sama dengan kejahatan pelaku).
Allah Ta’ala berfirman,
وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَئًا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ إِلاَّ أَن يَصَّدَّقُوا
Dan barangsiapa membunuh seorang mu’min dengan tidak sengaja, (hendaklah) ia memerdekakan seorang budak yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya, kecuali jika mereka  bersedekah (tidak mengambilnya).” (QS. An Nisa:92)
Dalam ayat ini, Allah tidak menyebutkan qishash di antara kewajiban yang harus dilakukan pelaku qatl khatha`. Dan pembunuhan yang menyebabkan qishash hanyalah pembunuhan yang disengaja (‘amd) (As-Siraj al-Wahhaj, Hal. 87).
  1. Kewajiban Membayar Diyat
Sebagaimana dijelaskan dalam ayat di atas. Adapun besarnya adalah  seratus ekor unta untuk setiap jiwa muslim pria.  Dalam Sunan An-Nasa’i 4.871, diriwayatkan bahwa Nabi –shallallah ‘alaih wa sallam- menulis dalam surat beliau:
فِي النَّفْسِ مِئَةٌ مِنَ الإِبِلِ
Diyat nyawa adalah seratus ekor unta.”
Ibnu Hibban dan al-Hakim menghukumi shahih hadis ini, dan Al-Albani melemahkannya. Namun kandungan hadis ini disepakati oleh seluruh ulama, sebagaimana dinukil oleh  Imam Syafi’i, Ibnul Mundzir, dan Ibnu Abdil Barr (Al-Umm, 12:379 , Al-Isyraf, 2:133, dan At-Tamhid 17:381).
Diyat untuk muslimah adalah setengahnya, yakni lima puluh ekor.  Jika tidak ada unta, diyat bisa dibayar dengan uang senilai seratus ekor unta (As-Siraj al-Wahhaj, Hal. 480). Dan berbeda dengan pembunuhan disengaja yang diyatnya ditanggung oleh penabrak, pembayaran diyat ini ditanggung oleh ahli waris penabrak, yaitu keluarga dari pihak ayah, dan bisa diangsur selama tiga tahun (As-Siraj al-Wahhaj, Hal. 737, At-Tasyri’ al-Jina`i al-Islami, 2:176).
  1. Kewajiban Membayar Kaffarah
Yaitu dengan membebaskan budak mukmin sebagaimana penjelasan ayat di atas, atau jika tidak ada, berpuasa dua bulan berturut-turut. Allah Ta’ala berfirman di ayat yang sama:
فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِّنَ اللهِ
“Maka barangsiapa yang tidak memperolehnya, (hendaklah ia) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah.” (QS. An Nisa: 92)
Kaffarah ini disesuaikan dengan jumlah korban meninggal menurut pendapat sebagian ulama,  jadi dengan sembilan korban tewas, penabrak harus membebaskan sembilan budak mukmin, atau berpuasa dua bulan berturut-turut sembilan kali (Ahkam Hawadits al-Murur fi asy-Syari’ah al-Islamiyyah, bab Khatimah). Sementara sebagian ulama berpendapat cukup satu kaffarah saja.
Adapun korban luka, jika luka yang dialami mengakibatkan hilangnya anggota tubuh atau hilangnya fungsi anggota, syariah Islam juga telah mewajibkan diyat masing-masing secara terperinci. Demikian pula biaya pengobatan mereka dan barang-baarng yang rusak akibat kecelakaan menjadi tanggungan penabrak. (http://www.saaid.net/Doat/Zugail/222.htm)
Tidak Perlu Ta’zir Untuk Kasus Ini
Di samping hukuman-hukuman yang telah ditetapkan berupa qishash, diyat, kaffarat, dan hudud, Islam juga memberikan wewenang kepada pemerintah untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada rakyat yang melanggar; demi mewujudkan kemaslahatan dan kehidupan yang diridhai Allah. Hukuman-hukaman yang tidak ditentukan syariat ini disebut ta’zir, dan bisa berupa hukuman cambuk, penjara, pengasingan, denda, hingga hukuman mati. Untuk kasus-kasus tertentu yang membahayakan negara atau kehidupan rakyat banyak , pemerintah bisa menerapkan hukuman mati. (Asy-Syarh al-Mumti’, 14:303, 317). Namun karena dalam kasus ini syariat telah menetapkan hukumannya berupa diyat  dan kaffarah, tidak perlu lagi ada ta’zir. (Asy-Syarh al-Mumti’, 14:311)


Baca selengkapnya: http://www.konsultasisyariah.com/hukum-membunuh-tidak-sengaja/#ixzz2Dh5tqYQo

Me

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh..
Salam kenal, bapakku memberiku nama Nina Widayati, tentunya dengan harapan kelak akan menjadi orang yang berguna untuk sesama, nusa dan bangsa.. Aku dilahirkan di sebuah dusun kecil dipinggiran Yogyakarta, tepatnya masuk wilayah Kabupaten Sleman tanggal 05 Mei 1980. Bapak seorang pegawai BUMN dan ibu seorang wiraswastawati yang gigih, rupanya keduanya menurunkan bakatnya padaku, sehingga saat ini aku bekerja sebagai seorang pegawai di BPS sekaligus senang berwiraswasta kecil-kecilan.
Demikian perkenalan singkat mengenai siapa aku.
Wassalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh.

Catur Didi Wahyudi ( My hubby)

Catur Didi Wahyudi, meskipun mengenalnya hanya sekilas, entah mengapa akhirnya aku menerimanya untuk menjadi pendampingku, mungkin inilah yang namanya jodoh, telah sampai janji Alloh untukku. Akhirnya Ijab kabul itu terucap pada tanggal 09 Agustus 2005 di tempat kelahiranku. Aku yakin engkaulah yang terbaik bagiku menurut Alloh, ya Alloh jadikan kami keluarga barakah yang sakinah mawaddah warahhmah didunia dan akhirat. Kini ku memanggilnya Abi... Demi Allah aku mencintainya karena Allah, maka aku berharap semoga Allah juga senantiasa mencintai dan menjaganya.. amiin..

Syaymaa' Muharrikah 'Aqilah

Syaymaa' Muharrikah 'Aqilah, lahir di Curup tanggal 16 September 2006. Syaymaa' diambil dari nama saudara susu Rasululloh, putri halimatussa'diyah harapan kami semoga kelak menjadi orang yng mampu mencintai Rasululloh sebagaimana saudara susu Rasululloh. Muharrikah adalah harapan kami agar kelak menjadi orang yang senantiasa bergerak untuk menegakkan kalimat Alloh. 'Aqilah adalah harapan kami agar kelak menjadi manusia yang cerdas dalam menghadapi kehidupan yang serba tak pasti.
Ya Allah semoga kelak Syaymaa' Muharrikah 'Aqilah mampu mewujudkan harapan kami, menjadi penerus kami yang lebih baik dari kami.

Syarifah Muharrikah 'Afifah


Syarifah Muharrikah 'Afifah lahirkan di Curup tanggal 08 Agustus 2008, kata orang-orang pilih nomor cantik, padahal enggak lho, lahir normal dengan berat badan 2,7 kg, lebih cepat 13 hari dari hari perkiraan lahir, bahkan hari itupun aku masih padat aktifitas hingga hingga waktu maghrib baru tiba di rumah. Syarifah adalah harapan kami semoga kelak menjadi anak yang mulia hidupnya di dunia dan di akhirat. Muharrikah adalah harapan kami sebagaimana mbaknya semoga menjadi orang yang senantiasa bergerak memperjuangkan kebenaran dimuka bumi dalam menegakkan Kalimat Allah. 'Afifah harapan kami kelak menjadi orang yang pandai menjaga diri hal-hal yang dilarang oleh Alloh.

Syafiq Muqthi Akhdan

Syafiq Muqthi Akhdan putra kami lahir pada tanggal 10 Januari 2011 masih di kota Curup. Syafiq adalah harapan kami semoga kelak menjadi penyelamat kami dihadapan Alloh sebagaimana Rasulullah yang memberikan syafaat pada umatnya di yaumul akhir. Muqthi adalah harapan kami semoga kelak menjadi orang yang selalu berbuat baik dengan sesama dan membawa banyak manfaat. Akhdan adalah harapan kami semoga selalu dilimpahkan kebaikan dalam hidupnya.