Senin, 03 Desember 2012

Gara gara remunerasi

Dikeluarkannya surat no 02120.916 tanggal 26 November 2012 tertanda sestama menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan insan BPS. Surat itu memuat tentang penegasan jam kehadiran 07.30 tanpa toleransi waktu, untuk ibu rumah tangga seperti saya dengan 3 anak balita yang semua masih harus serba dilayani, tanpa bantuan asisten rumah tangga, dan suami sedang tugas belajar diluar kota terus terang dirasa amat sulit. Tapi saya yakin innallaha ma'ana, bismilahitawakaltu 'alallah laa haula walaquwwata illabillah, semua ini saya niatkan untuk melatih diri menjadi agar bisa menjadi ibu rumah tangga yang gesit (amin..)
Setiap pagi saya sudah bangun pukul 04.00 mulai dari sholat, -alhamdulillah sholat malam jadi ga pernah ketinggalan (hikmah pertama)-, menjerang air untuk ngisi tremos untuk susu Syafiq sambil membuat sop sambil mencuci botol dot dikerjakan bersamaan, kadang sambil ngisi bak mandi +mencuci baju, begitu air mendidih langsung untuk merendam botol, tungku yang kosong untuk nggoreng lauk hari ini nggoreng lele kesukaan anak2 sama nggoreng pempek ikan yang sudah dibikin 2 hari yang lalu, begitu sop nya mateng naikkan lagi panci untuk ngrebus sayuran sebab yang ngasuh syafik lebih suka sayur direbus daripada di tumis atau disantan sambil ngeringkan baju dimesin pengering, begitu gorengan selesai tinggal numis sambal, sayuran rebus mateng njerang air lagi untuk mandikan anak2. Jam 5 pagi anak-anak sudah bangun setelah sholat subuh saya biarkan mereka main sepeda sambil makan makan gorengan pempek, sayanya nyuci piring dll sama njemur cucian, sambil nyiapin air mandi untuk mbak Syayma, -alhamdulillah sudah mulai bisa mandi sendiri (hikmah kedua)-, selesai nyuci piring sama njemur pakaian langsung mandikan mbak Syarifah sama adik syafiq sambil mberesin kamar. Ngaak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.00, mbak Syayma sudah nyicil makan sendiri disusul mbak syarifah yang juga mulai makan sendiri -alhamdulillah mulai bisa  makan sendiri (hikmah ketiga)-, sambil menyiapkan keperluan sekolah anak-anak menyiapkan kuda besi. Saya sendiri mandi justru paling akhir, kadang mbak syayma marah-marah "umi ini mestinya bangun tidur langsung mandi aja, biar nggak terlambat masuk sekolah". Alhamdulillah jam 07.00 sudah siap semua, tinggal berangkat, berhubung mbak syarifah baru masa pemulihan setelah sakit 4 hari yang lalu, jadi hari ini belum bisa masuk sekolah.
Tujuan pertama ngantar kesekolah mbak Syayma. Hari ini mbak Syayma ulangan semester I semoga lancar ya nak. Kulihat matanya berbinar, " Hore.. umi, syaymaa nggak ketinggalan sholat dhuha lagi, bisa main dulu sama kawan-kawan." Semangat sekali dia memasuki halaman sekolah. Biasanya sampai sekolah sudah mepet waktunya, jam 07.20 baru sampai, jadi buru-buru mau sholat dhuhanya.
Ya Allah mudahkan mbak Syayma mengerjakan soal-soal ulangan hari ini...,
Hanya Engkau yang bisa menolongnya, 
Karena hamba sadar sepenuhnya belum mampu membimbing secara optimal...
Tujuan berikutnya ke kantor... Ternyata saya orang kedua yang masuk kantor hari ini, sambil tersenyum geli, karena orang yang absen sebelumku mulai meninggalkan kantor. kulihat di absen manualnya pukul 07.07 yang membuatku geli bukan karena terlalu pagi beliau datang ke kantor, tapi karena beliau belum mandi, masih pakai baju tidur. Inikah yang dimaksud dengan PIA? Mungkin beberapa orang berpikiran demikian sesuai dengan ketentuan kehadidan yang ada dalam surat yang saya tulis diawal tadi. Beberapa orang jadi berpikir yang penting absen dibawah pukul 07.30, kalau perlu bangun tidur langsung absen.
Bukan bermaksud mencela, tapi melihat beginilah faktanya. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, agar menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terutama untuk diri saya sendiri.