Minggu, 23 Juli 2017

Stimulasi Pertumbuhan dengan neurosains

Mari kita simak sebentar video ini..

Alloh menciptakan manusia dengan begitu sempurna, sejak awal terbentuknya. Masa awal pembentukan janin menjadi awal terbentuknya pusat syaraf yaitu 3 batang otak. Syaraf ini lah yang menjadi penentu perkembangan otak dan berhubungan dengan kecerdasan. maka pada fase ini selayaknya janin mendapatkan asupan gizi yang memenuhi, terjadi pada minggu 1-3. Akan tetapi biasanya menjadi hal yang dilalaikan karena biasanya kehamilan baru disadari pada usia 4-8 minggu, ditambah lagi dengan masa awal trimester yang tak sedikit ibu hamil yang justru kurang asupan gizi. Dari sinilah kecerdasan itu berawal, ditambah dengan berbagai peristiwa yang dialami ibu hamil, yang idealnya pada masa kehamilan sang ibu seharusnya berada pada kondisi yang sangat nyaman baik fisik, mental, maupun spiritualnya yang secara tidak langsung juga mengkondisikan janin.

Fase kelahiran, juga menjadi fase yang sangat menentukan kesiapan syaraf. Pada video diatas kita lihat. Pada dasarnya setiap bayi melahirkan dirinya sendiri, tanpa bantuan mengejan dari ibunya pun bayi akan lahir dengan sendirinya jika kondisi normal. Bayi saat akan lahir, tubuhnya menegang, mengumpulkan kekuatan untuk keluar melalui jalan lahir, saat berhasil keluar dari jalan lahir, kepala bayi bergerak memutar. Gerakan ini akan terjadi dengan sendirinya, dan gerakan inilah yang menstimulasi syaraf-syaraf wajah sehingga menghilangkan ketegangan yang semula menyelimuti seluruh tubuhnya. Gerakan ini bukan tanpa makna, gerakan ini efeknya luar biasa pada syaraf wajah anak yang nantinya akan berpengaruh pada kemampuan bicara, menyusu, mengunyah, tersenyum dan ekspresi wajah. Bayi yang proses kelahirannya tidak melalui fase ini biasanya akan mengalami beberapa masalah, diantaranya susah menyusu, mengunyah, ekspresi wajahnya datar atau susah tersenyum. Sepintas terlihat sepele, tapi jika tidak diberikan stimulasi yang tepat akan menjadi masalah serius dan berdampak panjang. Seperti ASI tidak keluar karena anak tidak bisa menghisap ujung-ujungnya lari ke SUFOR panjang cerita, keterlambatan mengenali berbagai tekstur makanan karena masih ada syaraf seputar lidah yang kaku ditambah lagi anak tidak bisa menghisap gerakan menghisap dari puting payudara ibu berbeda dengan menghisap dari botol, lambat bicara, dan sebagainya. Biasanya masalah ini di hadapi oleh bayi yang lahir dengan bantuan, antara lain melalui cesar.

Setelah bayi lahir, bayi akan melalui fase-fase berikutnya. Mulai telungkup, mengangkat kepala, merayap, merangkak, berdiri, berjalan.. Setiap tahapan perkembangan saling berkaitan dan merangsang pematangan syaraf yang nantinya akan mempengaruhi kesiapan anak dalam memasuki fase belajarnya. Sebagai orang tua kadang kita memandang sepele hal seperti ini dan baru menyadari ketika muncul masalah yang serius. Yang sebenarnya berkaitan erat dengan proses tumbuh kembang bayi.

Salah satu permasalahan yang sering dikeluhkan oleh ibu peserta pelatihan adalah anak yang tidak bisa diam. Ketika dilakukan observasi, ternyata anak tersebut permasalahannya belum tercapainya keseimbangan syarafnya. Jadi yang dirasakan anak tersebut saat diam adalah kepalanya pusing, jadi untuk menghilangkan pusing anak akan terus bergerak berlari melompat hingga suatu saat setelah tercapai keseimbangan anak akan dengan sendirinya tenang. Apakah normal? Kondisi itu sebenarnya normal, tetapu akan sangat mengganggu jika  kondisi tersebut belum teratasi diatas usia 6 tahun. Karena usia tersebut anak akan mulai memasuki masa belajar.

Dalam pelatihan ini banyak diberi kesempatan kepada ibu yang mengalami masalah dalam tumbuh kembang anaknya.