Bagi mas Syafiq, mengobati kerinduan. Pada ibu ke 2 setelah umi. "Aku kangen wawak... ya mi.. ya mi.. ketemu wawak ya.. nanti kalo ketemu wawak aku nak makan dirumah wawak, disuap wawak" kerinduan yang sama kami rasakan pada pengasuh mas syafiq, salah satu pengasuh dari sekian yang pernah bekerja pada kami. Ketulusannya mengasuh, sangat kami rasakan sejak syafiq berumur 40 hari sampai kurang lebih 2,5 tahun, dengan segala keterbatasannya hampir tak pernah mengeluh, datang selalu tepat waktu dan pulang tanpa protes saat saya harus pulang terlambat. Saat saya harus mengikuti diklat selama 40 hari, menjaga syafiq dengan penuh kasih sayang. Saat kami harus LDRan, menjaga kami, "saya kasihan sama ibuk, anak kecik2 ndak ado lakinyo". Sulit dicari gantinya. Bukan hanya Syafiq yang kangen wawak, umi-abi pun kangen wawak... semoga sehat terus ya wak...
Bagi syaymaa, mengobati kerinduan. Pada karibnya, yang akhir2 ini
sering chatingan via massenger fb umi. Atau telponan ke hp umi. Kangen
syaymaa.. "umi, jangan lupa kita harus mampir ke rumah rere Riyanti Dwifaaurelya"
Dan terang aja janji tak boleh diingkari, meski menjelang adzan maghrib
kami sempatkan singgah ke rumahnya. Senang sekali kedua orang tuanya
menyambut kami layaknya sahabat lama tak jumpa. Padahal inilah kali
pertama abi berkunjung.
Bagi syarifah, mengobati kerinduan. Pada sahabat sejak kecilnya. Yang setiap bangun tidur mengetuk2 pagar kami. "Syaymaaa..aa..aa, Syarifaaa..aa..aa..., teng... teng.. teng..." sampai pagar kami buka baru berhenti. Setiap pulang sekolah pun begitu, turun dari motor langsung lari ke pagar kami "Syaymaaa..aa..aa, Syarifaaa..aa..aa..., teng... teng.. teng..." bukan kejadian sesekali. Tapi hampir setiap hari.. waduh kami pun rindu mbak Kinanti Sabrina... teruslah tumbuh menjadi anak sholehah dan cerdas ya sayang...
Bagi si bungsu (insyaallah...), adalah test drive. Perjalanan terjauhnya sejak terlahir di bumi ini. Awalnya sempat was2, mengingat kemanjaannya selama ini. (Kerasa kali jadi bungsu) makan susah, lengket terus, susah adaptasi dengan suasana baru. Tapi kali ini benar2 tak disangka, pagi hari bangunnya kesiangan, sangat tak biasa karena biasanya jam 4 subuh sudah ngoceh. Sebangun tidurpun langsung duduk manis, "mamam" sambil merebut nasi goreng sarapan mbak syayma hampir habis satu porsi. Pun ketika berkunjung dari rumah kerumah, singgah di masjid, maupun keceriaan tetap menghias wajahnya. Lega... walaupun sempat mabuk perjalan sebentar.
Bagi umi dan abinya, silaturahim ini tetap memberi berjuta hikmah. Memanjangkan umur, mendekatkan jodoh (iya kan jodohnya ngikut terus hehe... aamiin), dan melapangkan rizki (kami pulang dengan sekarung oleh2). Meskipun masih banyak sekali yang belum sempat kami sambangi. Hmmmm membangkitkan kenangan dikota berjuta cerita kami mengawali kebersamaan....
Bagi syarifah, mengobati kerinduan. Pada sahabat sejak kecilnya. Yang setiap bangun tidur mengetuk2 pagar kami. "Syaymaaa..aa..aa, Syarifaaa..aa..aa..., teng... teng.. teng..." sampai pagar kami buka baru berhenti. Setiap pulang sekolah pun begitu, turun dari motor langsung lari ke pagar kami "Syaymaaa..aa..aa, Syarifaaa..aa..aa..., teng... teng.. teng..." bukan kejadian sesekali. Tapi hampir setiap hari.. waduh kami pun rindu mbak Kinanti Sabrina... teruslah tumbuh menjadi anak sholehah dan cerdas ya sayang...
Bagi si bungsu (insyaallah...), adalah test drive. Perjalanan terjauhnya sejak terlahir di bumi ini. Awalnya sempat was2, mengingat kemanjaannya selama ini. (Kerasa kali jadi bungsu) makan susah, lengket terus, susah adaptasi dengan suasana baru. Tapi kali ini benar2 tak disangka, pagi hari bangunnya kesiangan, sangat tak biasa karena biasanya jam 4 subuh sudah ngoceh. Sebangun tidurpun langsung duduk manis, "mamam" sambil merebut nasi goreng sarapan mbak syayma hampir habis satu porsi. Pun ketika berkunjung dari rumah kerumah, singgah di masjid, maupun keceriaan tetap menghias wajahnya. Lega... walaupun sempat mabuk perjalan sebentar.
Bagi umi dan abinya, silaturahim ini tetap memberi berjuta hikmah. Memanjangkan umur, mendekatkan jodoh (iya kan jodohnya ngikut terus hehe... aamiin), dan melapangkan rizki (kami pulang dengan sekarung oleh2). Meskipun masih banyak sekali yang belum sempat kami sambangi. Hmmmm membangkitkan kenangan dikota berjuta cerita kami mengawali kebersamaan....
Koleksi foto disini
