Setelah cukup informasi produk, mengikuti berbagai video kuliah herbanya, coba chating dengan admin bagaimana cara mendapatkan produknya, karena dikota ini belum terdengar ada yang menjualnya.
"Bi, umi dapat jawaban alternatif untuk si BK bi.. Insyaallah lebih baik lagi. Lebih ekonomis, dan lebih aman insyaallah." Membuka pembicaraan dengan suami. "Apalagi ini.. Umi ini ada-ada aja." Katanya menanggapi penjelasan saya yang panjang lebar. " Insyaallah umi yakin bi, dikit lagi sehat insyaallah. Gimana bi? Boleh?" Jawaban klasiknya muncul lagi, "Kalo umi yakin, baik dan aman... Abi dukung. Kita coba aja. Namanya juga ihtiar. Semoga Alloh sembuhkan."
"Gini bu, kalo saya coba diagnosa dari keluhan-keluhan ibu. Sakit yang gejalanya berpindah-pindah seperti itu. Berarti tubuh ibu terlalu asam, atau istilahnya Asidosis, sepertinya bukan malaria. Ibu nggak bisa makan buah, minum yakult Kita netralkan dulu dengan SC, diiringi dengan bekam ya buk." Begitu kira-kira ringkasan hasil konsultasi dengan pak Kurniawan. Herbalis, yang beberapa videonya saya lihat sedang belajar herbal dengan Tuan Guru di negeri sebrang sana.
Dan memang, ketika rasa dingin menyerang saya coba langsung lari ke labor untuk cek malaria, dan hasilnya negatif, tapi leukositnya agak tinggi.
1 Pekan pertama 1 botol SC habis, saya kembali konsul. "Pak, Masih sedikit2 muncul dingin merambat di lengan tangan dan kaki, kira-kira saya harus gimana lagi ya pak?" Tanya saya saat memberi report perkembangan setelah konsumsi herba. " Kalo gitu, ibu coba 1 botol lagi, kemudian bekam ya buk." Saya pun mengikuti sarannya, setelah 1 botol habis lanjut dengan bekam. Alhamdulillah syukur kepada Alloh semakin ringan badan. " Kalo sudah bekam lanjut dengan DC 3X3 selama 3 bulan minimal."
1 pekan konsumsi DC berasa badan mulai berenergi. Yang tadinya kipas angin dan AC menjadi benda yang paling dihindari. Mulai berasa nyaman saat berada didalamnya. Kaki mulai menghangat. Sensasi-sensasi datang hanya sesekali. Hingga 1 pekan setelahnya saya berhasil mengikuti outbond yang diselenggarakan saat mengikuti Ratekda, yang dilanjutkan dengan rangkaian kegiatasn penutupan sampai malam. Padahal, hari-hari sebelumnya saat adzan maghrib berkumandang, mulai mata ini seperti di lem, dan badan ini berat sekali meninggalkan pembaringan. Alhamdulillah 'ala kulli haal..
Akhir November lalu, sempat melihat postingan teman di FB yang suaminya keluar-masuk rumah sakit. Rumah sakit yang jadi rujukan jika RSUD disini tidak lagi mampu mengatasi pasien. Sempat pasang kateter jantung dan keluar masuk opname jantung.
Bersambung..
#PerempuanBPSMenulis
#MenulisAsyikDanBahagia
#15HariBercerita
#HariKe5


